This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Lingkungan Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan Hidup. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Mei 2011

Manfaat dan Bahaya Nuklir Bagi Lingkungan dan Kesehatan

Ledakan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Jepang seusai gempa jadi peringatan bagi Indonesia yang berencana membangun proyek serupa. Seberapa amankah dari sisi lingkungan dan kesehatan memiliki reaktor nuklir dan apa dampaknya jika terjadi kecelakaan?

Staf pengajar fisika reaktor dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Dwi Satya Palupi, SSi, MSi mengatakan dampak terburuk dari kebocoran reaktor nuklir adalah radiasi. Dampak radiasi bisa meluas dan sangat sulit dikendalikan.

Bagi kesehatan, dampak radiasi nuklir juga tidak selalu muncul seketika. Adakalanya dampak serius seperti kanker baru akan muncul beberapa tahun kemudian, sehingga tidak bisa diantisipasi sejak dini karena memang tidak disadari oleh korban yang terpapar radiasi.

Meski belum yakin benar mengenai apa yang terjadi di PLTN Fukushima Jepang, Palupi yakin bahwa yang meledak bukan bahan bakar atau reaktornya. Sebab jika reaktor itu meledak, kedahsyatannya bisa menyamai ledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945.

"Kemungkinan yang terjadi di Fukushima adalah pelepasan panas akibat rusaknya sistem pendingin, sehingga tampak seperti ledakan. Kalau bahan bakarnya saya kira kok kecil kemungkinannya (untuk meledak) karena sangat terisolasi," ungkap Palupi saat dihubungi, Minggu (13/3/2011).

Risiko kebocoran reaktor juga menjadi keprihatinan organisasi pecinta lingkungan, Greenpeace. Juru kampanye Iklim dan Energi Greenpeace untuk Asia Tenggara, Arif Fiyanto membantah keras jika instalasi nuklir dikatakan aman bagi lingkungan dan kesehatan.

Di negara maju seperti Jepang sekalipun, risiko kecelakaan nuklir selalu ada dan tidak hanya sekali ini saja terjadi. Gempa kecil pada tahun 2007 juga pernah memicu kebocoran salah satu reaktor nuklir milik Jepang, meski dampaknya tidak sebesar Chernobyl.

"Untuk yang terjadi di Fukushima terus terang kami juga masih memantau jadi belum bisa memastikan apa yang terjadi. Namun setidaknya kita, Indonesia bisa berkaca bahwa Jepang yang terkenal unggul soal mitigasi bencana sekalipun bisa mengalami kecelakaan nuklir. Bagaimana Indonesia mau mengantisipasi kejadian seperti di Jepang, sementara menangani tabung LPG 12 kg saja masih kedodoran," ungkap Arif.

Di Indonesia sendiri proyek PLTN tengah direncanakan untuk dibangun di kawasan Bangka-Belitung setelah sebelumnya rencana proyek PLTN Muria di Jawa Tengah ditangguhkan karena mendapat penolakan. Jawa Tengah dan Bangka-Belitung dinilai jauh dari lempeng gempa sehingga diperkirakan akan aman.

Penilaian ini dibenarkan oleh Palupi yang mengatakan bahwa kawasan ideal untuk membangun PLTN di Indonesia antara lain kawasan tengah Indonesia termasuk Kalimantan, serta sepanjang pantai utara Jawa. Perlu dipertimbangkan juga, instalasi nuklir harus berada pada jarak aman dengan kawasan pemukiman.

"Jarak aman untuk ditinggali tergantung dari besarnya kekuatan reaktor. Tapi saya yakin Indonesia juga tidak akan membangun yang terlalu besar sebab Jepang sendiri saat ini mulai beralih ke reaktor kecil-kecil tapi banyak, karena lebih efisien," tambah Palupi.

Bagi pendukung teknologi nuklir, PLTN dianggap lebih ramah lingkungan dibandingkan sumber energi konvensional asal tidak bocor. Jika minyak bumi dan batubara bisa habis suatu saat nanti, uranium yang merupakan bahan bakarnya nuklir sangat efisien dan limbahnya masih bisa menghasilkan energi.

Namun bagi penentang nuklir, uranium tidak pernah masuk dalam kategori sumber energi terbarukan karena memang kenyataannya harus ditambang dan tidak bisa dibuat sendiri. Sumber energi yang terbarukan dan lebih disarankan oleh para pemerhati lingkungan hidup di antaranya adalah angin dan sinar matahari.

"Beberapa negara membangun PLTN karena memang tidak punya pilihan lain, sumber energi mereka terbatas. Indonesia kan punya iklim yang memungkinkan matahari bersinar sepanjang tahun, angin berhembus setiap saat. Nuklir justru bisa membebani karena Indonesia belum bisa mengolah uranium sendiri," kata Arif.

Bahaya lain dari kecelakaan nuklir menurut Arif adalah bahwa dampak radiasi nuklir bersifat inheren atau melekat. Berkaca dari tragedi Chernobyl, banyak warga yang masih merasakan dampaknya sampai sekarang meski peristiwanya sudah berlalu hampir 27 tahun silam.

Nuklir juga dipakai dalam kedokteran

Selain untuk pembangkit listrik, teknologi nuklir juga digunakan dalam dunia kesehatan terutama di bidang kedokteran nuklir. Pemanfaatan radioisotop mempermudah para dokter menemukan lokasi kanker tanpa harus membedahnya, sekaligus untuk membunuh sel-sel kanker lewat radioterapi.

Radioisotop juga dipakai untuk mensterilkan alat-alat kedokteran dari berbagai kuman penyebab panyakit. Teknologi ini biasanya digunakan untuk alat-alat kedokteran yang tidak tahan terhadap panas tinggi atau mudah bereaksi dengan senyawa kimia dalam cairan pembersih yang digunakan.

Risiko pemanfaatan nuklir di bidang kedokteran diminimalisir dengan memastikan agar dosis radiasi tidak melewati batas aman. Dokter juga akan memberi jeda waktu sebelum menjalani radioterapi atau pemeriksaan radiologi berikutnya agar sel-sel yang sehat tak menjadi rusak karena kebanyakan radiasi.


Ref : detikhealth.com

Giethoorn, Sebuah Desa Unik dan Bebas Dari Polusi

Giethoorn adalah sebuah desa di provinsi Overijssel Belanda. Terletak di kotamadya Steenwijkerland, sekitar 5 km barat daya Steenwijk. Giethoorn digunakan untuk menjadi kota "bebas polusi", di Belanda dikenal sebagai "Venesia dari Utara" atau "Venesia dari Belanda".


Desa ini menjadi terkenal, terutama setelah 1958, setelah pembuat film Belanda Bert Haanstra membuat film komedi yang terkenal "Fanfare" di sana. Oleh karena itu, Giethoorn merupakan daya tarik wisatawan internasional yg terkenal di Belanda.


Di bagian tua di desa, tidak ada jalan (saat ini ada jalur bersepeda), dan untuk mengangkut semua kebutuhan dilakukan dari air di sungai2 yg sangat banyak. Danau di Giethoorn dibentuk dengan menggali gambut.

Giethoorn didirikan oleh buronan wilayah Mediterania di sekitar 1230 AD. Giethoorn adalah kotamadya terpisah sampai 1973, ketika itu menjadi bagian dari Brederwiede.

Inilah Lokasinya

http://www.zwaantje.nl/img/kaart-nederland_giethoorn.jpg


Jalanannya hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki dan sepeda.



http://www.holandia.yoyo.pl/miasta/grafika/giethoorn2.jpg



Transportasi hanya menggunakan perahu.







http://images.dutchedpinay.multiply.com/image/9/photos/73/600x600/10/DSCF2907.JPG?et=9zk9f%2BASi22aWDt%2ConynSQ

 

Inilah tempat pembuatan perahunya.




Ini adalah lokasi terminalnya.




Transportasi umum yang ada disana (bisa disebut busnya).

http://cache.virtualtourist.com/1620208-GIETHOORN-Giethoorn.jpg


http://www.holland.com/uk/system/Images/tr_giethoorn_rondvaartboot_560x350_tcm503-138898.jpg


Lingkungan asri yang dihadirkan disana.

                   







                    http://nemophila.web-log.nl/photos/uncategorized/giethoorn.jpg


http://travellingboard.net/wp-content/uploads/2009/07/holland-village2.jpg



                                              Saat musim dingin tiba.

                    http://farm3.static.flickr.com/2646/3760835911_fb1c1f48c3.jpg






Suatu tempat yang sangat indah dan asri...tanpa polusi menyelimuti udara,,,

Sumber : kaskus.us

Sabtu, 28 Mei 2011

Cara - Cara Mengurangi Global Warming

Ada bermacam cara memperlambat dampak pemanasan global, cara-cara tersebut umumnya mudah dan sederhana. Tetapi kurang dilakukan secara serius oleh kebanyakan orang. Padahal pemanasan global adalah masalah yang serius. Suhu Bumi yang terus meningkat akan ber efek panjangnya musim kering atau kemarau. Mencairnya gunungan es di kutub. Naiknya permukaan air laut. Dan sulitnya mencari sumber mata air. Kalau sudah begitu siapa coba yang tanggung jawab? Berhubung Masih belum terlalu parah efeknya, mari kita lakukan langkah-langkah perubahan menuju hidup yang lebih baik, berkualitas  dan ramah lingkungan.

1. Batasi Penggunanaan kertas

Tanamkan di pikiran anda kuat-kuat, bahwa setiap anda menggunakan selembar kertas maka anda telah menebang sebatang pohon. Oleh karena itu gunakan kertas se-efektif mungkin misalnya dengan mencetak print out bolak-balik pada setiap kertas. Bila anda nge-print sesuatu yang tidak terlalu penting, gunakanlah kertas bekas yang dibaliknya masih kosong.

2. Ganti bola lampu.

Segera ganti bola lampu pijar anda dengan lampu neon. Lampu neon ini membutuhkan energi yang lebih sedikit dibanding lampu pijar. Ingat setiap daya daya listrik yang anda pakai maka anda turut serta menghabiskan sumber daya energi listrik yang kebanyakan berbahan bakar fosil. Bahan bakar fosil adalah bahan bakar tak terbarukan, dan dalam jangka sepuluh tahun ke depan mungkin bahan bakar jenis ini akan habis.

3. Hindari Screen Saver

Shut down Komputer anda jika tidak akan digunakan dalam jangka lama, atau jika anda terpaksa meninggalkan komputer dalam keadaan menyala, matikan screen saver. Mengaktifkan screen saver akan memakan energi dan mengeluarkan emisi Co2. Jadi matikan screen saver anda sekarang!

4. Periksa tekanan ban

Setiap anda ingin bepergian janagn lupa memeriksa tekanan ban kendaraan anda. ban yang kurang angin akan memperlambat laju kendaraan dan akhirnya akan membutuhkan bahan bakar yang lebih banyak.

5. Buka jendela lebar-lebar

Di  Amerika , sebagian besar dari 22,7 ton emisi CO2 berasal dari rumah. Kebanyakan emisi atau gas buang tersebut berasal dari AC, kulkas, kompor gas atau refrigerator. Unutk meminimalkannya ketika dapat mengatur termostat AC dengan suhu udara di luar ruangan. Kemudian bukalah jendela lebar-lebar karena sirkulasi udara yang terjebak dapat  mengkonsumsi energi.

6. Gunakan pupuk organik.

Pupuk yang digunakan kebanyakan petani mengandung unsur nitrogen,  yang kemudian berubah menjadi N2O yang menimbulkan efek GRK (Gas Rumah Kaca) 320 kali lebih besar dari pada CO2. Jika anda hobi berkebun gunakanlah pupuk organik. Disamping aman, murah pula.

7. Tanamlah rumpun bambu

Pepohonan memang terbukti mampu menyerap CO2, tetapi ternyata pohon atau rumpun bambu mampu menyerap CO2 empat kali lebih banyak dari pohon-pohon lain.

8. Naik kendaraan umum

Saat ini jumlah kendaraan pribadi sudah teramat banyak dan bikin sumpek. Sector transportasi menyumbang sampai 14 %  emisi gas rumah kaca ke atmosfer, jika kita menggunakan kendaran umum maka kita mengurangi emisi gas rumah kaca, karena dalam satu kendaraan umum bisa mengangkut puluhan orang, dan itu sangat hemat energi. Dibandingkan dengan kendaraan pribadi sperti sedan yang hanya mengangkut maksimal empat orang.

9. Kurangi makan daging sapi

Betul, kurangi dari sekarang memakan daging sapi. Selain megandung kalori y ang tinggi. Daging sapi juga menyumbang emisi gas rumah kaca yang cukup signifikan. Setiap kilogaram daging sapi yang kita makan, setara dengan menyalakan bola lampu 20 watt selama 20 hari.

10. Jangan pakai kantong plastik

Di beberapa Negara bagian Amerika, urusan kantong plastik bahkan sampai dibuat undang-undangnya segala. LSM peduli lingkungan mendorong pemerintah Negara setempat unutk melarang penggunaan kantong plastic sebagai kantong belanjaan. Plastik ini memang unsur yang sulit terurai, butuh 1000 tahun untuk mengurainya didalam tanah.
Efek Gas rumah kaca yang ditimbulkannya juga cukup besar. Maka beralihlah ke kantong kain, misal dari kain serat alami.

11. Membeli produk lokal

Produk lokal tentu tidak memerlukan jalur distribusi yang panjang dan membutuhkan banyak bahan bakar. Ini berarti mengurangi emisi CO2 yang dikeluarkan mobil-mobil pengangkutnya. Kemudian belilah produk sayuran atau buah-buahan sesuai musimnya. Ini akan menghemat biaya transportasi dan menghindari harga jual yang mahal.

12. Hidup efisien

Apapun aktifitas manusia di bumi akan berdampak pada bumi yang kita diami ini. Pola komsumsi energi, pola lingkungan dan sebagainya. Hiduplah seefisien mungkin, gunakan sedikit energi, komsumsilah sedikit makanan, tinggalkan pola hidup konsumtif, ramahlah terhadap lingkungan, sedikit bicara lebih banyak berpikir, dan sebagainya.

13. Mengemudi cerdas

Hindari perjalanan yang panjang dan menghabiskan waktu, bila mungkin memotong jalan lakukanlah. Kurangilah aktifitas yang menggunakan kendaraan pribadi. Jika terpaksa menggunakan kendaraan pribadi, pilihlah jalan-jalan alternative yang bebas macet dan tidak mengkonsumsi energi. Bila anda menunggu, matikan mesin sebab gas buangan tetap keluar sementara bahan bahan bakar terpakai.

14. Pakai baju bekas

Sekarang bukan jamannya gengsi, toh kita mati tidak membawa gengsi. Tak perlu malu memakai baju bekas atau baju warisan orang tua. Dengan mengurangi membeli pakaian baru maka anda membantu mengurangi pemakaian listrik di pabrik pakaian.
Apalagi banyak bahan kain sintetis yang mengandung minyak bumi. Bahkan katun yang berasal dari kapas ternyata mengandung pestisida.

Demikianlah beberapa cara mengurangi global warming yang dapat saya bagi, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi kita semua umat manusia dan seluruh isi bumi ini

Referensi : Berbagai Sumber

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites